Bidan Ani
Ramah dan Sabar, Bidan Ani Di Sayangi Masyarakat.
Bidan adalah pekerjaan yang mulia,
sering sekali anak-anak jika ditanya mengenai cita-cita banyak yang menjawab
ingin menjadi dokter ataupun bidan. Profesi ini adalah salah satu profesi yang mengabdikan diri pada masyarakat. Ditugaskan
dimanapun baik itu di kota maupun di desa terpencil sekalipun tidak akan
mengurangi mulianya profesi seorang bidan.
Sosok bidan yang kerap disapa Bidan
Ani oleh masyarakat Desa Sumber Mulia, memiliki nama lengkap Dwi Handayani, Am.
Keb ini terkenal dengan keramahan dan kesabarannya dalam menangani pasien yang
datang untuk berobat atau sekedar berkonsultasi mengenai kesehatan.
Lulusan D3 Kebidanan Poltekes
Majapahit, Mojokerto pada bulan November 2006 tidak membuatnya sombong dan
tinggi hati, justru ia terkenal dengan kerendahan hatinya. Berprofesi sebagai
bidan yang memiliki salah satu tugas pokok untuk memberikan pelayanan pada ibu
hamil dan sigap membantu proses persalinan. Selain itu Bidan Ani juga melayani
masyarakat yang menderita penyakit ringan seperti sakit kepala, demam, batuk
dan lain sebagainya.
Memberikan pelayanan gratis bagi
pasien yang tidak mampu dengan syarat yang sudah ditentukan oleh pemerintah
setempat yaitu memiliki kartu BPJS atau KTP dan melahirkan gratis di Polindes
dengan syarat memiliki buku KIA.
“Dengan adanya pelayanan gratis
seperti ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu khususnya
untuk ibu hamil yang ingin melahirkan di Polindes ini,” ucap Ani.
Bidan Ani yang lahir di Pelaihari, 14
Februari 1984 mulai ditugaskan dan mengabdikan diri di Desa Sumber Mulia,
Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2007 sampai sekarang.
Tidak mudah untuk mendapatkan respon positif dari masyarakat, mayoritas
masyarakat yang masih melahirkan ditempat dukun beranak di desa dan tidak mau
didapingi oleh bidan merupakan kasus awal yang harus dihadapi pada saat pertama
kali mengabdi di Desa Sumber Mulia.
“Dulu sempat susah dapat respon
positif dari masyarakat. Memang ada yang berobat dengan saya tapi masih
sedikit, tidak banyak. Masyarakat banyak ke dukun untuk proses melahirkan dan
tidak mau didampingi bidan.Terkendala di fasilitas dan waktu juga karna dulu
sebelum rumah dinas selesai direnofasi saya masih pulang pergi, jam palayanan
hanya dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang,” ucap Ani mengingat.
Kesabaran Bidan Ani membuahkan hasil
yang manis pada tahun 2009, masyarakat di Desa Sumber Mulia sudah banyak yang
berobat di Poskesdes dan tahun 2015 sudah tersedia tempat Polides untuk proses
melahirkan. Pelayanan 24 jam yang diberikan membuat kesehariannya nyaris tak
luput dari kunjungan pasien di Desa Sumber Mulia seperti Jumat (30/12/2016) di
Puskesdes Sumber Mulia yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya.
“Sering berobat kesini, bidan ani
baik sekali orangnya. Saya kesini mau periksa, soalnya saya pusing dan mual.
Mau konsultasi tentang kandungan juga,” ujar Siti ingin memeriksakan
kandungannya yang berumur 3 bulan pada Bidan Ani.
Pelayanan yang dilakukan untuk
masyarakat berupa kegiatan-kegiatan rutin setiap bulannya dibantu dengan Tokoh
Agama, Tokoh Masyarakat, Kader dan Pemerintah setempat yang dilakukan di
Poskesdes Desa Sumber Mulia.
“Sering
bantu-bantu bu bidan, kasian kalo sendirian. Bantu-bantu sedikit di setiap
kegiatan rutin tiap bulan ada 3 kegiatan, Posyandu Balita, Ibu Hamil dan Usila.
Belum kegiatan lainnya, bu bidan dikenal dengan orang yang penyayang, saya juga
sayang dengan bu bidan jadi saya ikut bantu untuk kemajuan desa ini,” ujar
Arbawati salah satu Kader di Desa Sumber Mulia.
Hampir sepuluh tahun menjalankan
profesinya sebagai Bidan Desa, Bidan Ani sudah dua kali mendapatkan penghargaan
dari Pemerintah berupa Piala yakni Penilaian Kerja Bidan Terbaik III tahun 2010
dan Terbaik II tahun 2012 di Desa Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Kesabaran dan Penantian yang membuahkan hasil Bidan Ani dinyatakan lulus tes
PNS jalur khusus PTT Pusat pada bulan November kemarin.
Bidan Ani mengaku senang dan betah
mengabdikan diri di Desa Sumber Mulia selain masyarakatnya yang ramah dan mulai
mengerti akan pentingnya kesehatan.
“Senang
sekali. Sekarang masyarakat mudah untuk di bina dan sadar akan pentingnya
kesehatan, kalau sakit langsung berobat jangan nunggu parah. Saya juga sangat
bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari tokoh-tokoh desa dan kader yang
ikut membantu dalam setiap kegiatan,” ungkap Ani. Nus.
Komentar
Posting Komentar